JAKARTA – Barescrim Polry menyelidiki 33 universitas yang mengirimkan 1.047 mahasiswa korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ke Jerman untuk program magang.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bereskrim Polri Brigjen Juhandani Rahardjo Puro mengatakan, belum bisa membeberkan daftar 33 perguruan tinggi tersebut, namun ia menyebut salah satu perguruan tinggi tersebut ada di Jambi.
“Yang saat ini sedang didalami Polda Jambi, perguruan tinggi itu baru ada dua, jadi kalau kita hitung ada 33 perguruan tinggi yang kita terima dari KBRI, secara hukum kita belum bisa pastikan. Karena 1.047 korban masih kita dalami. kata Juhandani, Kamis (28/3/2024).
Juhandhani mengaku masih mencari korban universitas yang mendapat informasi dari KBRI Jerman. Untuk mengecek apakah universitas tersebut terafiliasi dengan sponsor yang melakukan TPPO.
“Kami tentunya tidak bisa menjelaskan secara detail tentang universitas mana pun, tentu kami mengutamakan yang tidak bersalah. Namun, kami akan selalu mengganti media yang kami ajak bekerja sama jika ada kejadian terkait isu ini,” kata Juhandani.
Juhandhani mengatakan, dari 1.047 siswa yang menjadi korban, hanya empat yang diselidiki. Menurutnya, diperlukan keterangan dari para korban untuk memperjelasnya.
“Kami akan coba mengusut, namun sejauh ini dari empat saksi yang kami terima, pelapor belum memberitahukannya (tiga tersangka bekerja di universitas yang memiliki alumni program magang di Jerman), melainkan apa yang wartawan dapatkan. katanya, terkait penyidikan harus kita selidiki, ujarnya.