Jakarta, CNN Indonesia —
Pemerintah Amerika Serikat dan Arab Saudi akan segera mencapai kesepakatan mengenai kerja sama keamanan.
Perjanjian tersebut disebut-sebut sebagai salah satu upaya Washington untuk melanjutkan perundingan guna menormalisasi hubungan Arab Saudi dan Israel.
Amerika Serikat dan Arab Saudi sedang menyelesaikan perjanjian mengenai jaminan keamanan dan pengembangan nuklir, menurut tujuh orang yang mengetahui masalah tersebut.
Perjanjian ini disebut-sebut merupakan upaya Amerika Serikat untuk mengembalikan perundingan antara Arab Saudi dan Israel untuk penyelesaian hubungan yang terhenti akibat agresi Zionis di Jalur Gaza (Palestina).
Para perunding AS dan Saudi saat ini memprioritaskan kesepakatan keamanan bilateral sebagai bagian dari “paket” yang akan disampaikan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kata lima sumber. Dari paket ini, Netanyahu harus memutuskan apakah akan memberikan konsesi untuk menjaga hubungan dengan Riyadh atau tidak.
– Kami hampir mencapai kesepakatan, kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller.
Miller memperkirakan kesepakatan itu akan terjadi “dalam waktu yang sangat singkat.”
Seperti dilansir Reuters, kesepakatan ini kemungkinan merupakan langkah Washington untuk mencegah Arab Saudi membeli senjata dari Tiongkok dan membatasi pengaruh Beijing di negara tersebut.
Langkah tersebut juga diyakini sebagai salah satu cara AS membuka jalan bagi Netanyahu untuk bersatu kembali dengan Arab Saudi, yang kemungkinan besar akan berdampak pada nasib konflik Israel di Jalur Gaza.
Arab Saudi selalu menegaskan tidak akan melanjutkan perundingan normalisasi jika gencatan senjata tidak terwujud. Arab Saudi juga menegaskan hanya menginginkan normalisasi jika ada kemajuan dalam pembentukan negara Palestina.
Netanyahu dengan tegas menentang dua hal ini. AS juga berharap Netanyahu tidak melewatkan kesempatan ini. (blq/baca)