PM Singapura ‘Pamit’ ke Jokowi Sebelum Sama-Sama Lengser dari Jabatan

JAKARTA, CNN Indonesia —

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengucapkan selamat tinggal kepada Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) yang akan meninggalkan jabatannya pada 15 Mei 2024. Perdana Menteri Lee kemudian mengaku senang bisa bekerja sama dengan pemerintahan Joko Widodo selama 10 tahun.

Perdana Menteri Lee menyampaikan pidato perpisahan pada pertemuan puncak yang digelar di Istana Bogor, Senin (28 April). Kali ini Pak Lee pun tak segan-segan memberikan pujian dengan menyebut akting Jokowi bagus.

Perdana Menteri Lee berkata, “Karena ini adalah pertemuan terakhir saya dengan Presiden Joko Widodo, saya akan menggunakan kesempatan ini untuk memuji kontribusinya terhadap Indonesia dan kawasan (ASEAN).”

Lee mengatakan visi dan kepemimpinan Jokowi telah menempatkan Indonesia pada jalur ekonomi yang kuat sejauh ini dan membuat negara ini optimis terhadap masa depannya.

Perdana Menteri Joko Widodo juga mengatakan telah mengangkat status ASEAN sebagai peserta berbagai program internasional. Menurut Lee, situasi ini telah membawa stabilitas dan pembangunan bagi Indonesia dan kawasan secara keseluruhan.

Perdana Menteri Lee memandang Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di ASEAN.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia telah menjadi suara konstruktif di dunia yang terpecah belah,” ujarnya.

Seperti Lee Myung-bak, Joko Widodo sedang menyelesaikan masa jabatan keduanya tahun ini.

Perdana Menteri Lee yakin kesempatan ini akan dimanfaatkan oleh Presiden Republik Indonesia yang baru terpilih, Prabowo Subianto, dan penggantinya, Wakil Perdana Menteri (DPM) Singapura sekaligus Menteri Keuangan, Lawrence Wong, untuk lebih mengembangkan hubungan Indonesia-Singapura. . .

Lee Myung-bak mengaku senang bisa mewariskan hubungan bilateral baik dengan Joko Widodo kepada penerusnya.

“Saya yakin Prabowo Park dan DPM Lawrence akan terus membawa hubungan ini ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” kata Lee.

“Saya berharap hubungan Singapura dan Indonesia dapat terus berkembang di masa depan,” tambahnya.

(khr/rds)