Jakarta CNN Indonesia —
Presiden Iran Ebrahim Raisi mungkin terbunuh setelah sebuah helikopter yang membawanya dan delapan orang lainnya jatuh di provinsi Azerbaijan di timur laut Iran pada Minggu sore (19:05).
Sejauh ini belum ada konfirmasi mengenai kabar Reis, namun televisi pemerintah Iran memberitakannya “Tidak ada tanda-tanda kehidupan” di antara mereka yang berada di dalam helikopter. Demikian menurut tim pencarian dan penyelamatan Palang Merah Iran.
“Setelah menemukan helikopter tersebut Tidak ada tanda-tanda penumpang di helikopter itu masih hidup,” kata televisi pemerintah.
Apa yang terjadi jika presiden Iran saat ini meninggal? Dan siapa yang akan menjadi penggantinya?
Menurut Pasal 131 Konstitusi Republik Revolusi Islam Iran Jika Presiden meninggal saat menjabat Posisi tersebut akan ditempati oleh wakil presiden pertama dengan persetujuan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Pemimpin Tertinggi Iran mempunyai keputusan akhir dalam semua urusan negara. Menurut laporan Reuters
Dalam hal ini, berarti Raisi akan digantikan oleh Wakil Presiden Mohammad Mokhber dengan restu Ayatollah Ali Khamenei.
Mokber akan menjadi presiden sementara 50 hari sebelum presiden baru terpilih.
Pemilihan presiden dipimpin oleh dewan yang terdiri dari Wakil Ketua I, Ketua Parlemen, dan Ketua Mahkamah Agung.
Raisi terpilih menjadi presiden pada 2021 sesuai jadwal saat ini. Pemilihan presiden akan dilaksanakan pada tahun 2025. Sejarah singkat penerus Rais.
Mokhber adalah Wakil Presiden pertama Iran. Diangkat langsung oleh Raisi pada Agustus 2021
Jabatan Wakil Presiden Pertama serupa dengan jabatan Perdana Menteri setelah jabatan tersebut dihapuskan pada tahun 1989.
Di Iran, beberapa wakil presiden diangkat secara bersamaan. Kebanyakan dari mereka bekerja sebagai menteri kabinet.
Namun posisi Mokhber menempati urutan pertama di antara yang sederajat.
Sebelum diangkat sebagai wakil presiden, Mokhber menjabat sebagai kepala Sekretariat Iran selama 14 tahun.
Ini adalah blok ekonomi yang berfokus pada kegiatan amal dan berada di bawah kendali langsung Pemimpin Tertinggi Iran.
Di bawah arahan Mokhber, Setad mengembangkan vaksin virus corona Iran, Coviran Barekat, pada puncak pandemi.
Namun efektivitas vaksin tersebut dipertanyakan setelah banyak orang melaporkan mengalami reaksi medis serius setelah mengonsumsi vaksin.
Raisi tewas dalam kecelakaan helikopter di provinsi timur Azerbaijan akhir pekan lalu.
Helikopter itu membawa sembilan orang, termasuk Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir Abdollahian.
Sebelum bendungan runtuh, Raisi dan rombongan menghadiri acara peresmian bendungan (Bapak/Jalan).