Fakta Baru Investigasi Kecelakaan Heli Raisi: Tak Ada Bukti Sabotase

Jakarta, CNN Indonesia —

Militer Iran telah mempublikasikan hasil penyelidikan kedua atas jatuhnya helikopter yang menewaskan presiden Iran, Ibrahim Raisi.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran menerbitkan laporan hasil penyelidikan ini pada 24 Mei.

“Penyidik ​​​​militer Iran tidak menemukan bukti bahwa ledakan itu disebabkan oleh sabotase atau serangan siber saat helikopter jatuh,” demikian laporan media Iran, IRNA, pada Rabu (29/5).

Tim menambahkan, penyebab pasti jatuhnya helikopter Raisi belum diketahui. Investigasi akan terus berlanjut.

Hasil penyelidikan tersebut berdasarkan sampel dan pengujian terhadap puing-puing dan komponen helikopter, termasuk skema pendistribusian puing-puing tersebut dari kendaraan.

Selain itu, penyelidik meninjau sebagian besar catatan pemeliharaan helikopter dan tidak menemukan masalah yang menyebabkan kecelakaan itu.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa daya angkut helikopter, dalam hal jumlah muatan standar yang dapat dibawa di titik lepas landas dan di sepanjang landasan pacu serta rute pulang, berada dalam “batas yang dapat diterima”.

Tim juga meninjau rekaman percakapan terakhir antara kru dan pilot sebelum kecelakaan dan hingga respons selesai.

Kelompok tersebut mengatakan bahwa tidak ada pesan darurat yang dibuat pada saat itu.

Selain itu, inspektur militer mengesampingkan kemungkinan gangguan sistem komunikasi atau gangguan helikopter.

Mereka menunjukkan bahwa selama penerbangan, hingga 69 detik sebelum kecelakaan, kontak dengan pesawat tetap terjaga pada frekuensi tertentu.

Laporan itu juga menyebutkan, tidak ada tanda-tanda serangan siber terhadap helikopter kepresidenan.

Angkatan bersenjata Iran sebelumnya merilis hasil penyelidikan awal mereka pada 19 Mei, mengatakan helikopter itu “terbakar setelah terjadi benturan di ketinggian.”

Menurut laporan media pemerintah Iran, IRNA, militer tidak menemukan bukti adanya “peluru” di reruntuhan helikopter.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa helikopter Raisi terbang pada rute yang telah direncanakan dan tidak menyimpang dari jalur penerbangannya sebelum kecelakaan terjadi.

Helikopter yang membawa Raisi dan rombongan jatuh di provinsi Azerbaijan Timur pada 12 Mei.

Total penumpang helikopter itu tercatat sembilan orang. Mereka adalah Menteri Luar Negeri Hossein Abdolakhyan, Gubernur Azerbaijan Timur, kepala dinas keamanan, imam masjid Tabriz, dan staf bandara.

Sehari setelah kecelakaan itu, pihak berwenang Iran menemukan puing-puing helikopter.

(isa/dna/bac)