Israel Usir Warga dari Rafah Gaza sampai Hamas Setuju Gencatan Senjata

Jakarta, CNN Indonesia —

Tentara Israel dilaporkan mengusir warga Palestina dari timur Rafah menyusul rumor adanya invasi ke daerah tersebut.

Sementara itu, setelah berminggu-minggu melakukan pembicaraan alot, Hamas menyetujui gencatan senjata di Gaza. Keputusan ini disambut dengan penuh kegembiraan oleh masyarakat Palestina.

Berikut International Flash hari ini, Selasa (7/5) Tentara Israel mulai usir warga Rafah Gaza, Siap Menyerang?

Media Israel melaporkan bahwa tentara mengusir penduduk Rafah Timur, Palestina, dalam upaya menyerang pasukan Zionis di wilayah tersebut.

Radio Militer Israel mengatakan evakuasi dilakukan menjelang “serangan militer”.

Penyiar KAN Israel mengatakan Guinea, negara mayoritas Muslim, akan segera menyerang Rafah untuk tim nasional Olimpiade.

Guinea belakangan menjadi sorotan saat dijadwalkan menghadapi timnas U-23 Indonesia, pada Olimpiade 2024 yang digelar di Clairefontaine, Prancis, Kamis (9/5) mendatang.

Guinea juga konon melahirkan pemain-pemain top yang bermain di berbagai klub di negara-negara Eropa.

Guinea merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Negara Afrika ini juga menguasai 30 persen cadangan bauksit dunia.

Negara seluas 246.000 kilometer persegi ini berbatasan langsung dengan negara-negara Afrika Barat seperti Sierra Leone, Liberia, Mali, Guinea-Bissau, Senegal, dan Pantai Gading.

Hamas menerima gencatan senjata di Gaza, warga Palestina menangis kegirangan

Kelompok militan Hamas telah menyetujui gencatan senjata di Gaza setelah perang tujuh bulan dengan Israel.

Hal itu disampaikan Pemimpin Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh kepada negara penengah Qatar dan Mesir.

“Ismail Haniyeh menelepon Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dan Menteri Intelijen Mesir, Abbas Kamel, untuk memberi tahu mereka tentang kesepakatan yang dicapai Hamas mengenai gencatan senjata,” kata Hamas dalam pernyataan resmi yang dikutip AFP. . . , Selasa (7/5).

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan Israel harus segera memutuskan apakah akan menerima atau menolak gencatan senjata di Gaza.

“Setelah Hamas menerima usulan mediator untuk melakukan gencatan senjata, kini terserah pada Israel untuk menerima atau memblokir gencatan senjata tersebut,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.

(tim/DNA)