Isu Mau Tangkap Netanyahu, ICC Wanti-wanti soal Intimidasi Staf

Jakarta, CNN Indonesia –

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) memperingatkan bahwa tidak ada pihak yang boleh mengintimidasi atau mengancam stafnya sendiri selama penyelidikan.

Di pos

“ICC menegaskan bahwa segala upaya untuk mencegah, mengintimidasi, atau mempengaruhi secara tidak adil harus dihentikan,” tulis ICC dalam pesannya.

Pernyataan ICC muncul setelah hakim internasional dalam beberapa hari terakhir menolak mengomentari klaim pejabat Israel bahwa ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan dua anggotanya.

Netanyahu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan komandan tentara Israel, Herzi Halawi disebut-sebut menjadi buronan karena agresi Zionis di Gaza yang menewaskan lebih dari 34.600 orang.

Namun, pernyataan resmi ICC ini tidak membahas masalah apa pun. Pengadilan tidak mempublikasikan kutipan surat perintah penangkapan atau bahkan mengomentari tuntutan hukum.

ICC hanya mengatakan bahwa mereka menyadari keprihatinan serius masyarakat mengenai penyelidikan mereka baru-baru ini. ICC juga menyambut baik segala komentar, komunikasi dan pendekatan dari semua pihak mengenai kegiatan ICC.

“ICC berupaya untuk terlibat secara konstruktif dengan semua pihak yang berkepentingan ketika keterlibatan tersebut konsisten dengan mandat kami berdasarkan Statuta Roma untuk independen dan tidak memihak,” tulis ICC.

Dengan demikian, ICC telah memperingatkan bahwa independensi dan imparsialitas pengadilan “akan hancur” jika ada kelompok yang mengancam akan melakukan pembalasan terhadap pengadilan atau pejabat pengadilan ketika ICC mengambil keputusan di wilayah hukumnya.

“Ancaman seperti itu, meski tidak dilakukan, tetap merupakan pelanggaran terhadap administrasi peradilan berdasarkan Pasal 70 Statuta Roma,” kata ICC dalam sebuah pernyataan.

Pasal 70 Statuta Roma melarang tindakan pembalasan apa pun terhadap pejabat pengadilan dalam menjalankan tugasnya, serta tindakan intimidasi dan pengaruh terhadap pekerjaan pejabat ICC.

Rumor Netanyahu sedang diburu ICC sudah beredar sejak lama. Netanyahu dilaporkan “terhina” dan khawatir dengan hal ini.

Tel Aviv menuduh Otoritas Palestina menekan jaksa ICC untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan bagi otoritas Israel.

Israel juga mengeluarkan ultimatum bahwa jika ICC memang diberi wewenang, mereka akan meminta pertanggungjawaban pemerintah Palestina dan mengambil tindakan tegas yang akan “menjatuhkan mereka”.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga meminta pejabat ICC untuk tidak mempublikasikan surat tersebut.

“Kami sangat mendesak Dewan Keamanan untuk tidak melakukan hal ini. Tindakan ini hanya akan memperburuk situasi. Israel akan membalas dendam terhadap Otoritas Palestina,” kata pejabat Amerika tersebut.

(blq/dna)