Jakarta, CNN Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia Sumasi mewanti-wanti para pemerhati dan suporter sepak bola Tanah Air agar tidak menyerang pemain Merah Putih.
Soumardzhi menegaskan, ada tanda-tanda pakar sepak bola menipu pemain. Baginya, kritik adalah hal biasa, namun pemain pojok tidak bisa bersikap adil.
“Ada serangan yang dilakukan oleh pengamat dari berbagai penjuru, ada serangan yang membuat para pemain menjadi gila, dan Anda perlu tahu bahwa anak-anak ini berusia 22 tahun ke bawah.”
“Jadi dari segi psikologis ada yang panik. Jangan sampai pihak-pihak ini menyerang, padahal Anda sedang menyerang anak-anak,” kata Sumarji, Sabtu (5/11).
Pria yang tak hanya menjadi pengamat tapi juga Ketua Tim Nasional Bandana (BTN) PSSI ini mengimbau warganet atau netizen untuk tidak melakukan kekerasan atau penyerangan secara pribadi.
“Ya, Pengguna internet juga menyerang secara individu; Ini tidak bagus. Saya ingin sampaikan ini sebagai penilaian saya karena tidak ada orang yang bisa menyajikannya kepada pengguna internet, ”ujarnya.
Menurut Sumarji, serangan para analis dan netizen tersebut merusak psikologi para pemain. Manajemen wasit sangat buruk dan banyak keputusan yang salah.
“Secara fisik kondisi pemain bagus. Tidak ada masalah, ada sedikit kegelisahan. Tapi sebelum pertandingan, tim cukup bagus.”
“Yang penting bagi kami bukan mencari alasan, tapi situasi hakim, baik untuk kami maupun untuk kami. Ini juga mempersulit ketidakadilan hakim,” ujarnya.
(abs/nava)