Jakarta, CNN Indonesia –
PT.
“Kami sedang menjalankan bisnis. Kalau ada aset, apalagi operasional di dalam dan luar negeri, akan kami ambil,” ujarnya, Rabu (//)).
Zulfi mengatakan, “Kami punya uang, kami punya keterampilan, kalau ada yang bagus tentu kami ambil.”
Kenya adalah peluang terbaru yang diupayakan Pertamina Menurut Zulfi, mereka berdiskusi intensif dengan perwakilan negara dalam dua hari terakhir.
Zulfi mengatakan ada perwakilan Kenya yang datang langsung ke Indonesia untuk membahas kerja sama panas bumi. Manajer PGE mengatakan, hasil kontrak baru bisa dilihat pada kuartal III 2024.
Setidaknya dua proyek geologi sedang dipertimbangkan di negara Afrika Menurut dia, kedua hal tersebut bisa cepat dikerjakan jika dimulai terlebih dahulu
Zulfi menjelaskan, “Sebenarnya salah satu alasan kami ke Kenya adalah karena sumber dayanya sudah terbukti. Voltaria punya 900 megawatt dan pendapatannya lebih baik dari Indonesia. Kami melihatnya di Kenya.”
“Kami juga sedang mempertimbangkan Turki, salah satu tempat kerjanya. Ya semoga panas bumi Indonesia bisa melejit,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Operasional PGE Ahmed Yani menegaskan pihaknya terus fokus pada peningkatan keekonomian geobisnis. Tujuannya agar bisnis panas bumi ini tetap kompetitif sehingga PGE dapat bertahan dan berkembang di masa depan.
Hanya 30 persen energi panas bumi yang digunakan untuk listrik, kata Yanni Jadi, masih ada peluang 70 persen lagi untuk menggunakan PGE
Dijelaskannya, hal tersebut bukanlah hal yang baru, jika kita melihat dunia saat ini, negara yang paling banyak menghasilkan listrik dari panas bumi adalah Amerika Serikat dan nomor dua adalah Indonesia.
Yani menambahkan, tidak disangka negara pengguna energi panas bumi terbesar di dunia, China yang nomor satu di dunia justru menggunakan energi panas bumi.
(Minggu/Agustus)