Daftar Negara yang Lebih Dulu ‘Dijajah’ Starlink Sebelum Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia —

Starlink, penyedia internet berbasis jaringan satelit yang dibuat oleh perusahaan luar angkasa rahasia milik Elon Musk, telah dipasang di banyak negara sebelum Indonesia. Dimana ini?

Starlink merupakan program satelit yang diluncurkan oleh SpaceX pada tahun 2015. Proyek ini bertujuan untuk menyediakan akses Internet bagi seluruh orang di dunia.

Satelit ini terdiri dari ribuan satelit kecil yang dikirim bersama-sama dalam jarak yang kecil dari bumi. Satu satelit memiliki berat 260 kilogram.

Jarak antara satelit dan bumi menjadi fokus utama perusahaan. Hal ini membuat aktivitas yang memerlukan latensi rendah seperti panggilan video atau bermain game menjadi sulit karena jarak yang jauh.

Karena informasi harus melakukan perjalanan ke luar angkasa dan kembali lagi dan lagi.

Sejak itu, ide awal Starlink adalah menggunakan satelit di area kecil untuk mengurangi waktu secara terus-menerus. Itu ide yang bagus, namun masih ada kendala.

Masyarakat Indonesia kini sudah mendengar layanan Starlink.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi sebelumnya mengatakan Starlink telah lolos Uji Kualifikasi Operasional (ULO) dan tesnya akan segera dilakukan di Pulau Besar (IKN) pada bulan ini.

“Studi kelayakan telah dilakukan untuk menunjukkan bahwa Starlink memenuhi kriteria penilaian kelayakan beroperasi di Indonesia,” ujarnya di kantornya, Jakarta, Selasa (30/4).

“Semua jenis kegiatan akan kita coba di bulan Mei, pertengahan bulan Mei,” lanjut Budi.

Lantas, negara mana saja yang sudah merasakan layanan internet satelit Starlink?

Pada awal tahun 2022, layanan Starlink akan tersedia di banyak wilayah di Amerika Utara, Eropa, Australia, dan wilayah Asia lainnya. Namun, ketersediaan layanan bergantung pada kondisi setempat, peraturan pemerintah setempat, dan ketersediaan listrik satelit.

“Starlink kini tersedia di 32 negara di seluruh dunia. Pelanggan yang memesan Starlink dalam ‘tersedia’ akan memiliki akses ke Internet Starlink sesegera mungkin,” kata SpaceX di Twitter.

Sejak itu, daftar negara yang menggunakan Starlink terus bertambah. Berikut update terkini daftar negara tempat Starlink beroperasi hingga April 2024:

– Amerika Serikat – Australia – Austria – Belgia – Brasil – Bulgaria – Kanada – Chili – Kolombia – Kroasia – Republik Ceko – Denmark – Republik Dominika – Estonia – Finlandia – Prancis – Jerman – Yunani – Hongaria – Iran – Irlandia – Italia – Jamaika – Jepang- Kenya- Latvia- Lituania- Luksemburg- Malta- Meksiko- Moldova- Belanda- Selandia Baru- Nigeria- Makedonia Utara- Norwegia- Peru- Polandia- Portugal- Rumania- Slovakia- Slovenia- Spanyol- Swedia- Swiss- Tonga- Ukraina- Inggris Raya- Malaysia- Mongolia- Georgia- Zambia- Malawi- Filipina- Argentina- Paraguay- Republik Ekuador

(rni/dmi)